"Nadine, Pak Lingga minta kamu ke ruangan."Perempuan dengan rambut terkepang satu itu mengangguk pelan. Setelah meletakkan tas di atas meja kerjanya, Nadine sedikit merapikan pakaian sebelum menghadap sang atasan."Bang Rion mana, Ta? Tumben belum datang." Nadine bertanya begitu melirik salah satu meja tim penyidik yang kosong."Katanya sih izin sakit." Pria berambut ikal itu menjawab."Kalau tidak dapat izin, berarti tidak boleh sakit?" Nadine berkelakar yang sontak membuat Genta terkikik geli."Bisa jadi. Karena bahkan kalau sekarat, kita tetap lebih takut dijemput Pak Lingga daripada malaikat maut." Pegawai senior itu menimpali sambil tertawa lebih berani.Ucapan yang tanpa sadar membuat kening Nadine berkerut tidak setuju.Lingga tidak semenyeramkan itu. Kemarin, dia bahkan meminta Galih untuk mengantarnya pulang. Padahal, dia sudah membicarakan hal buruk tentang sang jaksa di dalam hati."Genta."Dua petugas penyidik itu kompak menoleh. Di ambang pintu ruang pribadinya, Lingga b
Last Updated : 2026-08-15 Read more