Tubuh Nadine seketika menegang. Ia refleks menyilangkan kedua lengan di depan dada, berusaha menutupi dari sorot mata Lingga yang tak pernah lepas dari sana. Jantungnya berdegup keras. Dan sesaat, kepala Nadine terasa kosong imbas rasa malu."Itu... s-saya berkeringat banyak! Tadi saya berlari lewat tangga darurat karena takut terlambat..." Nadine menyahut gelagapan.Lalu hening beberapa saat. Lingga masih menatap Nadine tanpa suara, dan raut kecurigaan tercetak jelas di wajah datarnya.Merasa terintimidasi oleh netra kelam yang terang-terangan menyorot dadanya, Nadine membuang muka sambil menutupi kembali bagian depan kemeja dengan rambut lebatnya."Pak, apa boleh saya izin ke toilet sebentar?" Perempuan itu memohon lirih tanpa berani menatap wajah sang atasan lagi.Lalu kembali hening. Nadine tak berani menoleh ke arah Lingga, meski begitu, ia mencoba untuk mencuri pandang. Saat itu juga ia bisa melihat ekspresi wajah Lingga yang datar sedang melihat lurus ke arahnya.Nadine hanya
最後更新 : 2026-08-13 閱讀更多