Nadine terjaga sampai pagi.Setelah apa yang terjadi semalam, jelas saja perempuan itu tidak bisa tidur. Dan sekarang, ia benar-benar menyesal karena tidak memanfaatkan waktu istirahatnya dengan baik.Masalah baru sudah menunggunya di depan mata; dengan kondisi mengantuk berat dan mental yang masih terguncang, ia harus berangkat kerja.Nadine harus tetap bertemu Lingga."Apa aku sebaiknya mengambil cuti...?"Pilihan yang jelas tidak tepat. Karena perempuan itu sudah banyak libur akhir-akhir ini. Pekerjaan yang belum ia rampungkan saat cuti sebelumnya bahkan masih banyak.Kringgg!Nadine berjengit terkejut karena dering telepon kabel di atas nakas sisi ranjang. Perempuan itu pun mendengkus meski tak ayal buru-buru mengangkat panggilan."Selamat pagi, Ibu Nadine. Mohon maaf mengganggu waktunya, ya, Ibu ...." Suara ramah nan manis dari petugas hotel menyapa telinga."Pagi, Mbak." Nadine merespon sekenanya."Di lobi ada titipan barang untuk Anda. Mau kami antarkan ke kamar atau Ibu ambil
Last Updated : 2026-09-27 Read more