“Nad, belum pulang?” Kepala Rion menyembul dari sela pintu yang sedikit terbuka. Disusul Genta yang mendorong rusuh hingga keduanya berakhir masuk ke ruang kerja sang jaksa. “Masuk aja lah. Pak Lingga-nya kan lagi pergi, Bang.” Genta menggiring rekannya hingga kini sampai di hadapan Nadine. “Saya masih belum beres kerjaan, Bang. Kayaknya kalian duluan aja deh,” jelas Nadine pada Rion yang kini duduk di hadapannya. Sedangkan Genta sudah duduk di kursi milik sang jaksa sambil berputar-putar iseng. “Enak juga ya jadi bos,” komentarnya sambil bersandar nyaman di sana. Kalau saja Lingga masih ada di kantor, mana mungkin pria itu berani masuk ke sini, apalagi sampai duduk di kursi kebesaran sang jaksa. Nadine dan Rion yang melihatnya hanya menghela jengah, sudah terbiasa dengan tingkah konyol pria jenaka itu. “Kesenengan tuh dia, soalnya Pak Lingga tumben pulang cepat.” Rion terkekeh kecil yang sontak membuat Nadine menoleh penasaran. “Beneran tumben ya, Bang?” Perempuan itu m
Last Updated : 2026-08-27 Read more