Edward kembali ke kantor dengan penuh semangat. Langkahnya yang tegas, sorot matanya dingin, serta perawakannya yang tinggi besar menambah kesan gagahnya pemuda itu. "Ma-maaf Pak Presdir...." Penjaga menghentikan langkah Edward, begitu pemuda itu masuk ke dalam kantor. Edward menatapnya dingin tanpa sahutan. Wajah penjaga itu terlihat bingung hingga sedikit memucat. "A-apakah Anda mengenali wanita yang tadi?" tanyanya. "Ya. Dia adalah seseorang yang sangat kukenali. Bila dia ke sini lagi, jangan mengusirnya seperti tadi. Atau kau akan kupecat! Kau mengerti!" Wajah pria bertubuh jangkung itu langsung tegang. Dia langsung mengangguk cepat. "Sa-saya mengerti, Pak. Maafkan saya ... tadi saya tidak tahu," ucapnya dengan penuh penyesalan. "Wahh, wahh, ada apa ini, Tuan Muda?" Suara bariton dingin Felix terdengar. Pria itu mendekati Edward, berjalan santai sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana bahan hitamnya. Sorot iris hitam Edward tertuju pada ajudannya
Last Updated : 2026-10-04 Read more