Share

Bab 70. Rasakan Sekarang, Vier

Author: Te Anastasia
last update publish date: 2026-10-06 12:30:22

"Sepertinya, Anda berhasil membuat wanita itu jatuh cinta pada Anda, Tuan Edward."

Ucapan itu terucap dari bibir Felix setelah mobil yang mereka tumpangi kini melaju pergi.

Edward tersenyum tipis. "Tentu. Aku akan selalu membuatnya jatuh cinta padaku."

Felix mengangguk dan terkekeh pelan. Sampai kapanpun, Felix tidak akan pernah bisa memahami cara kerja pikiran Edward.

Padahal, di luaran sana banyak sekali gadis-gadis cantik yang antre ingin menjadi pasangan atau kekasih Edward, tetapi tuan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyonya Kesepian? Tuan Muda Akan Menghangatkanmu   Bab 92. Keputusan yang Matang

    Di tempat lain, selama beberapa hari ini Vier hidup sangat menderita dan tertekan. Setelah ia mendapatkan kabar bahwa Eliana menceraikannya, Vier di situ mulai hidup tidak normal lagi. Setelah beberapa hari lamanya, ia mengira bahwa Eliana hanya menggertak dirinya dengan kata perceraian. Tetapi sampai akhirnya dokumen perceraian itu tiba padanya, di situlah Vier mulai tidak berdaya. Sambil menatap berkas perceraian di tangannya, Vier gemetar dan kakinya terasa tak bertulang. "Mengapa kau lakukan hal ini padaku, Eliana? Ternyata kau memang tidak memberikan kesempatan kedua untukku, apakah kau lupa bagaimana masa lalu diantara kita berdua, Eli...." Dengan suara yang bergetar Vier dunia tidak punya tenaga lagi untuk memprotes. Dengan berkas perceraian yang sudah ada di tangannya, itu sudah menjadi dinding pembatas yang tinggi, bawa Eliana sekarang bukan lagi istrinya. "Apa yang harus aku lakukan? Hidupku sudah kacau, aku malu bahkan untuk bertemu dengannya," gumam Vier, matanya yang

  • Nyonya Kesepian? Tuan Muda Akan Menghangatkanmu   Bab 91. Status Baru Eliana

    Setelah beberapa hari lamanya Eliana mengurusi surat perceraiannya dengan Vier, akhirnya kini ia dan Vier resmi berpisah. Walaupun Vier tidak datang memenuhi undangan ke pengadilan. Tetapi proses tetap berjalan sesuai dengan permintaan Eliana, yang juga hukum yang berlaku. Ditemani oleh Edward, Eliana berjalan keluar dari dalam gedung pengadilan membawa sebuah map kertas berisi dokumen perceraiannya dengan Vier. "Semuanya sudah selesai, Eli," ucap Edward menatap wanita cantik di hadapannya itu. Eliana membalas tatapan pria itu dengan hangat, tapi juga tetap ada kesedihan di dalam sorot matanya. Tidak akan ada seorang wanita yang menyangka jika ujung dari pernikahannya dengan pria yang dulu sempat ia cintai berakhir nahas dan tragis seperti yang Eliana alami sekarang. "Kenapa kau terlihat murung? Apa kau menyesal karena bercerai dengan pria itu?" tanya Edward sambil membungkukkan badannya menyamakan tingginya dengan Eliana. Eliana menggeleng. "Aku hanya tidak menyangka bila Tuha

  • Nyonya Kesepian? Tuan Muda Akan Menghangatkanmu   Bab 90. Jangan Sia-siakan Dia

    Keesokan harinya. Edward mendatangi tempat kerja Eliana siang ini. Pria itu tahu bahwa Eliana beberapa waktu terakhir hanya memilih untuk bekerja di toko bunga milik Vieny. Kedatangan Edward di florist membuat Eliana terkejut. Pasalnya, kekasihnya itu tidak memberikan kabar apapun sebelum dia datang. "Edward...." Eliana langsung menghampirinya.Pria itu hanya memberikan senyuman manis pada Eliana seperti biasa. "Mengapa kau datang ke tempat kerjaku? Kau juga tidak mengabari aku lebih dulu?" tanya Eliana dengan suara kecilnya itu, ia mendongak menatap Edward ragu-ragu. "Tidak apa-apa. Aku hanya ingin melihatmu di tempat kerjamu yang sekarang," jawabnya santai, sambil mengusap pucuk kepala Eliana lembut. "Anda jangan khawatir, selama bekerja di sini, Eliana akan aman," sahut Vieny terkekeh geli. Eliana menatap temannya itu lalu mengedip-ngedipkan matanya meminta Vieny untuk tidak mengatakan hal yang aneh-aneh. Terutama tentang beberapa hal yang selalu Eliana curhatkan padanya. E

  • Nyonya Kesepian? Tuan Muda Akan Menghangatkanmu   Bab 89. Meminta Izin Menikah

    Usai dari kediaman Eliana, Edward langsung bergegas pergi menuju ke rumah orang tuanya. Ia ingin membahas suatu hal yang penting. Kedatangannya di kediaman Keluarga Collin cukup membuat orang tuanya merasa sedikit terheran-heran, pasalnya putra mereka itu tidak akan pulang, bila tidak ada sesuatu yang dibahas, atau membuat masalah baru. Dan kini, Edward berjalan menuju ke arah ruang keluarga di mama dan Papanya sudah menunggu sejak tadi. "Ternyata, rindu rumah juga?" Kata-kata itu terucap berupa sindiran tajam dari bibir Catherine. "Biarkan dia duduk dulu," sahut William sambil menatap wajah dingin putranya. Edward langsung duduk di hadapan kedua orang tuanya. William berpura-pura terlihat santai, walaupun ia kini tengah bersiap-siap menghadapi keberagaman baru dari putranya itu. "Apa kau punya tujuan tertentu untuk datang ke sini? Atau hanya sekadar berkunjung?" tanya William pada Edward. "Ada yang ingin aku katakan pada kalian berdua," ungkap Edward. "Apakah Mama dan Papa mas

  • Nyonya Kesepian? Tuan Muda Akan Menghangatkanmu   Bab 88. Upayaku Memilikimu

    Beberapa hari kemudian. Ternyata Edward tidak berbohong pada Eliana untuk membantunya mengurus perceraian dengan Vier. Seorang pengacara ternama datang ke kediamannya membahas proses dan tindakan lebih lanjut dari perceraian mereka berdua. "Nyonya Eliana, pengajuan Anda sudah diterima oleh pihak pengadilan. Sekarang, kita tinggal menunggu kedatangan Tuan Vier," ujar Pengacara Lei, yang kini duduk di hadapan wanita kurus itu. Eliana mengangguk kecil, di sampingnya ada Edward yang duduk diam memperhatikan Pengacara Lei. "Berapa lama waktu untuk menyelesaikan semua itu, Tuan Lei?" tanya Edward penasaran. "Di usahakan secepatnya, Tuan Edward," jawab pria itu. "Bagaimana kalau dia menolak, Tuan Lei?" tanya Eliana dengan nada takut. "Pengadilan akan tetap memproses perceraian Anda, Nyonya. Dari bukti-bukti yang Anda kumpulkan, semua tindakan suami Anda sudah melampaui batas. Dia sampai menelantarkan Anda dan menjadikan Anda tulang punggung, itu sangat dilarang keras dalam pernikahan

  • Nyonya Kesepian? Tuan Muda Akan Menghangatkanmu   Bab 87. Seseorang di Masa Lalu yang Terlupakan

    Saat Eliana masih kalut dalam pikirannya, wanita itu tampak termenung di dalam ruang tamu kediamannya malam ini. Eliana berusaha menyakinkan dirinya bahwa ia benar-benar akan bercerai dari Vier dan besok ia akan mengajukan gugatan cerai untuk suaminya itu. Tok... Tok... Tok...Suara ketukan pintu di depan membuyarkan lamunan Eliana. Wanita itu menoleh ke cepat dan langsung beranjak dari duduknya. "Siapa? Apakah Edward?" tanyanya pada diri sendiri. Sebelum membuka pintu, wanita itu mengintip lebih dulu untuk memastikan siapa yang berada di depan rumahnya. Ternyata dugaannya benar. Edward lah yang berdiri di depan pintu rumah Eliana. Perlahan Eliana menarik gagang pintu rumahnya hingga ia menatap sendu wajah tampan pria muda itu. "Malam," sapa Edward dengan manis. "Mengapa wajahmu murung seperti ini, hem?" "Tidak apa-apa," jawab Eliana. Edward mengulurkan tangannya menyentuh pucuk kepala Eliana dan mengelusnya dengan lembut. Hingga Eliana langsung mengulurkan kedua tangannya d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status