Atmosfer di dalam penthouse mewah milik Reno mendadak membeku. Amplop cokelat tebal yang dilemparkan Tuan Hendra mendarat tepat di atas meja kaca, memancarkan aura ancaman yang begitu pekat.Reno tidak langsung menyentuh amplop itu. Pria itu memiringkan kepalanya sedikit, menatap Tuan Hendra dengan pandangan dingin nan tajam."Rahasia apa yang Anda maksud, Tuan Hendra?" tanya Reno datar.Tuan Hendra tertawa meremehkan, matanya sekilas menyapu Anindya yang berdiri kaku di lorong."Buka saja, Reno. Jangan menyalahkan saya kalau gadis yang kamu bela mati-matian ini ternyata cuma anak dari wanita penipu yang pernah merusak keluarga orang lain!"DEK!Dada Anindya bergemuruh hebat."Bapak jangan asal bicara ya! Ibu saya orang baik-baik!" pekik Anindya tidak terima, melangkah keluar dari tempat persembunyiannya."Anindya, diam di tempatmu," potong Reno tegas.Namun bukannya membuka amplop di meja, Reno justru melangkah santai, mengambil amplop itu, lalu—SREK! SREK!—merobeknya menjadi dua bag
Last Updated : 2026-08-27 Read more