"Uhuk! U-uhuk! Pak, ini asap apa?!" jerit Anindya sambil menutup hidung dan mulutnya pakai ujung lengan baju. Bau menyengat langsung bikin matanya perih.Reno bergerak cepat. Pria itu melepaskan jas mewahnya, lalu membungkuskan kain itu ke kepala dan wajah Anindya. "Tahan napasmu, Anindya! Jangan dihirup!""Tapi Bapak gimana?!" cicit Anindya dari balik jas Reno, panik setengah mati melihat bosnya mulai terbatuk-batuk."Saya baik-baik saja," bisik Reno serak. Tanpa buang waktu, pria itu melompat ringan, meraih pinggiran kap atas lift, lalu menarik tubuhnya ke atas dengan satu gerakan bertenaga.Brak!Reno membuka kap darurat lift. Di sana, di balik tumpukan kabel, ada sebuah kotak hitam kecil yang berkedip merah—alat pemancar asap sekaligus peretas sistem lift milik musuh. Tanpa ragu, Reno mencabut paksa kabel indikatornya sampai percikan api kecil menyembur.BUZZ!Suara desisan asap mendadak berhenti. Sistem keamanan darurat gedung langsung mengambil alih, membuka pintu lift secara ma
Terakhir Diperbarui : 2026-09-03 Baca selengkapnya