Di terminal pinggiran kota, sebelum Barney mengantar Felicia pulang, ponselnya berdenting nyaring. Dengan cekatan pria itu membaca pesan yang tertulis di layar ponselnya.“Maaf, Fel. Kakek minta kamu ikut ke rumah sekarang,” kata Barney dengan mata berbinar.Selama ini, Felicia selalu mencari alasan untuk tidak datang ke tempat Barney. Dia terlalu silau dengan kemewahan yang ada di sana. Membuat dirinya semakin merasa kerdil.“Aku?” Matanya membelalak sambil menunjuk dirinya sendiri.“Iya, mau yang mana lagi?” jawab Barney.Felicia menggeleng. “No, no, no. Aku pulang saja. Sampaikan salam sama Kakek,” jawabnya cepat. Barney berputar, berjalan mendekat ke arah Felicia.“Ayolah, Fel. Sekali ini, ya. Kalau bukan hal penting, Kakek hanya menanyakan kabarmu aja,” kata Barney berusaha merayu Felicia. Wanita cantik berambut pendek itu tampak berpikir sebentar. “Hm! Oke lah. Aku ikut,” jawabnya dengan suara bergetar. “Yes!” seru Barney senang. Dia segera membukakan pintu untuk Felicia
Last Updated : 2026-09-20 Read more