‘Waduh, apa aku masuk nominasi ya?’ Felicia meremas tangannya. Dadanya berdebar. Ruangan hening, mereka menanti pengumuman dari Ms Carlota dengan perasaan was-was. Tanpa sengaja, mata Felicia dan Barney kembali bertemu. Felicia melotot dan melengos lalu bergumam pelan seperti komat-kamit. “Ngapain sih liat-liat?! Nyebelin banget!” Wajah tampan Barney berpaling sambil mengulum senyum tipis. ‘Mau diliat dari mana juga, pasti aku yang terpilih.’ Barney membetulkan letak duduknya dengan percaya diri tinggi. “Keputusannya, saya akan mengirim dua tim.” Pandangan Ms Carlota menyapu seluruh ruangan, kemudian melanjutkan, “Satu tim, dua orang.”Felicia memegang dada. Dia merasa denyut nadinya berdetak lebih cepat. ‘Oh Tuhan, semoga aja aku juga terpilih.’Debar jantung para peserta meeting juga terdengar lebih keras dari suara mesin pendingin ruangan. Setiap peserta merasa memiliki peluang besar untuk bisa terpilih. Ms Carlota menatap wajah anak buahnya, lalu dengan tegas beliau mengat
Last Updated : 2026-08-14 Read more