Drrrt... Drrrt...Ponsel di atas nakas bergetar, memecah keheningan kamar Felicia yang sunyi. Layarnya menampilkan nama Barney. Felicia langsung menyambungkan panggilan itu dengan jantung berdebar."Halo, Barn?" suara Felicia terdengar agak serak."Hei, Sayang. Kamu belum tidur?" tanya Barney dari seberang telepon. Suaranya terdengar lembut namun ada nada tegang yang tertahan.Felicia menghela napas panjang. Dia menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. "Belum. Mataku sama sekali nggak mau merem. Ada apa, Barn?" tanyanya."Iya, aku juga belum bisa tidur, Fel," jawab Barney pelan. "Fel... aku cuma mau ngasih tahu. Papa, Mama, sama kedua kakak perempuan sudah mendarat di Kota Eleor tadi jam delapan malam."Felicia refleks meremas ujung selimutnya. "Mereka ... mereka sudah tiba? Sekarang ada di mansion utama?""Iya. Kakek yang minta mereka langsung ke sini," Barney menjeda kalimatnya sejenak. "Mereka tinggal nunggu waktu yang tepat untuk bertemu langsung sama kamu besok malam, Fe
Last Updated : 2026-09-25 Read more