Sarah berjalan keluar dari taman anggrek dengan kepala tegak, meski hawa tidak enak masih menempel di tengkuknya. Bunga yang diselipkan Ratu Elena terasa ringan di rambutnya, keberadaannya seperti duri halus yang tidak bisa diabaikan. Sarah menunggu sampai cukup jauh dari pandangan para dayang, lalu berhenti di balik pilar batu di ujung koridor. Mira sudah menunggu di sana, wajahnya setengah cemas.“Nona, kau baik-baik saja?” tanya Mira cepat.Sarah tidak langsung menjawab. Ia meraih bunga di rambutnya, mencabutnya pelan, lalu memegangnya di bawah cahaya yang masuk dari celah dinding. Anggrek itu berwarna ungu muda, kelopaknya masih segar. Di bagian tangkai yang patah, ada cairan bening yang sedikit lengket. Bukan air biasa.“Mira, lihat ini,” katanya.Mira mendekat, memiringkan kepala. “Itu getah anggrek, Nona. Tidak berbahaya.”“Anggrek taman istana tidak mengeluarkan getah sebanyak ini,” balas Sara
Last Updated : 2026-09-04 Read more