Monic menggeser tubuhnya mendekati Juna. "Ada juga yang ngakunya pengusaha tambang dari Kalimantan. Foto profil WhatsApp-nya naik jet pribadi, story-nya tiap hari lagi isap cerutu di lounge bandara, jam tangannya segede gaban.""Beneran pengusaha?" tanya Juna."Nggak," Monic mencibir, bibirnya maju beberapa milimeter. "Pas billing sekitar sepuluh juta, dia panik. Pas mau bayar lewat m-banking, transfernya dicicil tiga kali karena limit kartunya habis. Gue yang liat dari belakang mesin EDC sampe pengen nahan tawa. Gue rasa tabungan gue di rekening malam itu lebih banyak dari sisa saldo dia."Juna menggelengkan kepalanya, senyumnya belum hilang. "Anjir. Terus lo tetep temenin?""Ya tetep, kan jam kerjanya belum abis," Tali tangtop Monic melorot di bahu kirinya. "Tapi yang paling absurd tuh pernah ada om-om, umur mungkin udah lima puluhan lebih. Dia nyewa gue dua jam penuh di ruangan VIP. Gue udah siap-siap tuh, mikir ini orang mau ngapain kan.""Terus?" Juna mencondongkan badannya, mata
Last Updated : 2026-09-14 Read more