Rafi memajukan badannya, kedua siku di atas meja kayu. Matanya bergerak cepat, menatap Alika yang duduk tegak, lalu beralih ke Juna meraba sudut bibirnya yang pecah, lalu kembali ke arah Alika."Jadi bentar," Rafi mengetuk korek api gasnya ke meja. "Alika Prameswari mau bikin PT... buat lo?""Iya.""Gratis?" tanya Rafi lagi."Iya."Rafi memutar lehernya, menghadap Nara yang hanya memandangi gelembung udara di permukaan teh tawar hangatnya. "Fix. Ini modus."Sudut bibir Alika tertarik ke atas. Dia mengambil botol air mineralnya, memutar tutupnya, lalu meminumnya sedikit tanpa melepaskan pandangan dari kedua orang di depannya.Nara meletakkan gelasnya. Tangannya terangkat setinggi bahu, telapaknya terbuka menghadap Rafi. "Gue setuju."Juna mendongak, alisnya bertaut, luka di pelipisnya menegang. "Setuju apaan?""Modus," sahut Nara datar, matanya berkedip lambat.Tangan Juna bergerak ke depan, meraih sendok teh di dekat asbak, jemarinya meremas g
Last Updated : 2026-09-20 Read more