Logo emas Prames Group di dinding akrilik memantulkan cahaya putih lampu. Pulpen emas milik Heru tergeletak tanpa tutup di atas permukaan meja kayu oval, bergulir pelan, berhenti tepat di dekat garis tengah. Map kontrak kerja sudah tenggelam di balik ritsleting tas kanvas Dita.Dita berdiri tegak di tempatnya, kedua tangannya menggenggam erat tali tas kanvas di bahunya, buku-buku jarinya memutih. Heru melangkah memutari meja, mendekatinya.Dita tidak bergerak mundur. Matanya menatap lurus ke depan, kosong. "Setelah ini selesai, Pak."Heru berhenti satu jengkal di depan Dita. "Kamu terlalu banyak membuat aturan hari ini.""Bapak juga," balas Dita pendek.Heru berbalik sebentar, melangkah ke arah pintu kayu, mengintip lewat celah kecil di antara bilah tirai vertikal.Kursi kerja di dekat meja bergeser kasar, menabrak kaki meja oval. Tas kanvas Dita.Di dinding, poster dengan tulisan People First tetap terpampang di bawah sorot lampu. Kedua tangan Dita mencengkeram tepi meja oval kayu di
Last Updated : 2026-10-05 Read more