Home / Romansa / Manjakan Aku, Kak! / Bab 29 Nggak Bisa Lepas darinya

Share

Bab 29 Nggak Bisa Lepas darinya

last update publish date: 2026-10-01 23:49:43

"Kenapa harus nutupin perceraian Kakak? Sandy beberapa kali cari Kakak di Panti. Kenapa Kakak bohongin Nicky? Bohongin Bunda? Katakan Kak, sekarang Kakak tinggal di mana? Jaket laki-laki di kamar di layar tadi punya siapa?" Nicky menyerbu Clarissa dengan pertanyaan tanpa jeda.

Lima menit.

Baru lima menit keduanya melepaskan rindu setelah tujuh tahun tidak bersua, tetapi Nicky sudah membuka satu demi satu luka yang selama ini mati-matian Clarissa tutup rapat.

Hatinya bahkan sudah hancur sebelum
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Manjakan Aku, Kak!   Bab 34: Penemuan Pertama

    "Clarissa kan nama kamu?"Sapaan tajam itu menyambut Clarissa saat berdiri di depan cermin lift, membetulkan posisi kacamata bulat berbingkai tebal yang nyaris menutupi separuh wajahnya.Dua ikatan rambut di sisi kepalanya menjuntai seperti ekor kuda yang sengaja dibuat terlalu tinggi. Blus bermotif bunga dengan warna yang saling bertabrakan, dipadukan dengan rok yang tak kalah mencolok, membuat penampilannya jauh dari kesan elegan. Bahkan bintik-bintik jerawat palsu di pipinya tampak begitu meyakinkan.Clarissa mengamati pantulan dirinya beberapa saat, lalu mengembuskan napas pelan.Sempurna.Jika ada orang yang mengira dirinya sekretaris baru Gavin, mungkin orang itu harus memeriksakan matanya terlebih dahulu.Ia sudah menduga penampilannya akan mengundang perhatian. Hanya saja, ia tidak menyangka orang-orang akan terang-terangan menjadikannya bahan tertawaan bahkan sebelum jam kerja dimulai.“Ya ampun, itu anak baru?”Clarissa menangkap suara seorang perempuan dari dekat meja kerja

  • Manjakan Aku, Kak!   Bab 33 Cantik

    "Masuk!"Suara Gavin terdengar tegas dan tak terbantahkan. Ketukan di pintu ruang kerjanya baru saja mengalihkan konsentrasi, tetapi pemuda itu tidak langsung mengangkat wajah dari dokumen yang sedang diperiksanya.Pintu terbuka perlahan.Langkah kaki mendekati meja kerjanya, disertai bunyi lembut sepatu yang menyentuh lantai. Gavin tahu siapa yang mengetuk dan kini berdiri di hadapannya dengan sebuah map dipeluk di depan dada.Namun, ia sengaja membiarkan keheningan menggantung selama beberapa saat.Ia ingin melihat berapa lama perempuan itu sanggup berdiri tanpa memulai percakapan.Setelah meletakkan ujung pulpen di atas dokumen, Gavin berdeham pelan. Barulah ia mengangkat wajah, menatap perempuan yang sejak tadi berdiri diam di seberang mejanya."Katakan apa tujuanmu!"Wajahnya tetap datar, tanpa senyum maupun keramahan. Jemarinya justru memainkan pulpen, memutarnya di udara dengan gerakan santai seolah kedatangan karyawan baru di ruangannya bukan sesuatu yang perlu mendapat perhat

  • Manjakan Aku, Kak!   Bab 32 Tunggu Kejutan dariku, Sayang!

    "Plis, Gavin. Aku butuh kamu—"Gavin mendorong tubuh Clarissa menjauh darinya, membuat kalimat itu terputus di tengah jalan.Pelukan yang baru saja menghangatkan hatinya beberapa detik lalu kini terlepas begitu saja. Clarissa terhuyung kecil, sementara kedua tangannya masih menggantung di udara, seolah belum rela kehilangan kehangatan yang sempat ia rasakan."Aku ada meeting jam 7, kita bicara lain kali, Kak."Kalimat itu meluncur tenang seolah bukan sedang melarikan diri dari gempa yang mengguncang pertahanannya sendiri.Senyum yang sempat menghiasi wajah Gavin tadi benar-benar lenyap. Ia kembali memasang ekspresi datar, kemudian membenarkan posisi jasnya seakan tidak ada sesuatu yang berarti sedang terjadi di antara mereka.Clarissa menggeleng pelan."Gavin ...""Aku butuh kamu, Gavin. Bukan untuk balas dendam pada Sandy. Bukan untuk kontrak kerjasama itu. Aku ... aku sesak jika kamu terus bersikap seperti ini

  • Manjakan Aku, Kak!   Bab 31 Jangan Menungguku!

    "Pagi Kak!"Gavin menyapa dengan riang seperti biasa. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Tidak ada pelukan dari belakang, tidak ada usapan jahil di kepala Clarissa, apalagi kecupan ringan yang biasanya sengaja ia curi untuk mengusik wanita itu.Pemuda itu hanya berjalan melewati punggung Clarissa yang sedang memasak sarapan mereka.Dari sudut matanya, Gavin menangkap senyuman tipis di wajah wanita yang terpaut tujuh tahun dengannya itu. Senyum sederhana yang seharusnya membuat hatinya lega, tetapi justru terasa menyakitkan karena ia tahu Clarissa sedang berusaha memperbaiki keadaan di antara mereka."Gavin, aku minta ma—""Sudahlah, Kak ..."Gavin memotong kalimatnya. Senyum di wajahnya masih bertahan, tetapi sorot matanya berubah serius."Sekali lagi kau minta maaf. Aku akan benar-benar keluar dari apartemen ini selamanya."Ia menegakkan punggung, kemudian meraih piring dari tangan Clarissa yang belum sempat diletakkan di meja. Gerakannya tenang, nyaris tanpa cela, seolah anca

  • Manjakan Aku, Kak!   Bab 30 Mampus!

    "Gavin, plis jangan giniin aku—""Trus aku harus bersikap gimana sama kakakku?" sahut Gavin, memotong kalimat Clarissa.Tatapannya tertahan beberapa detik pada wajah Clarissa. Ada luka yang jelas terlihat di sana, tetapi Gavin buru-buru mengalihkannya. Ia mengembuskan napas panjang, seolah sedang mengumpulkan sisa kendali yang hampir terlepas."Jangan ge-er dulu, Kak."Gavin tersenyum tipis, tetapi senyum itu sama sekali tidak mencapai matanya."Aku bukan anak kecil lagi."Tangannya mengepal di sisi tubuh, lalu perlahan mengendur."Aku punya hati ... aku punya perasaan."Suaranya merendah. Kali ini tidak ada nada menggoda seperti biasanya ketika ia berbicara kepada Clarissa.Namun, Gavin segera mengangkat wajahnya kembali. Ia berusaha memasang ekspresi tenang, meski matanya mulai memerah."Tapi aku gak akan pernah maksa kamu nerima aku lebih dari sekedar adik."Ia menelan ludah, kemudian tersenyum kecil sambil mengangguk seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri."It's oke, I'm fine!"

  • Manjakan Aku, Kak!   Bab 29 Nggak Bisa Lepas darinya

    "Kenapa harus nutupin perceraian Kakak? Sandy beberapa kali cari Kakak di Panti. Kenapa Kakak bohongin Nicky? Bohongin Bunda? Katakan Kak, sekarang Kakak tinggal di mana? Jaket laki-laki di kamar di layar tadi punya siapa?" Nicky menyerbu Clarissa dengan pertanyaan tanpa jeda.Lima menit.Baru lima menit keduanya melepaskan rindu setelah tujuh tahun tidak bersua, tetapi Nicky sudah membuka satu demi satu luka yang selama ini mati-matian Clarissa tutup rapat.Hatinya bahkan sudah hancur sebelum bertemu dengan adik pantinya itu.Clarissa sempat berharap pertemuan ini akan menjadi sesuatu yang menenangkan. Pelukan dari seseorang yang mengenalnya sebelum kehidupan membuatnya kehilangan dirinya sendiri. Tawa yang mungkin bisa membalut luka dari tujuh tahun pernikahan yang berakhir dengan perceraian.Namun, ternyata pertemuan ini justru terasa seperti air garam yang dituangkan ke atas luka terbuka.Dadanya semakin nyeri.Napasnya tercekat."Nick ... maaf."Hanya dua kata itu yang mampu lolo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status