Aku duduk kaku di balik kemudi, mata terpaku pada jendela lantai dua gedung itu. Tirai tipis menutupi kaca, tapi cahaya dari dalam membuat siluet mereka terlihat jelas. Aku bisa melihat bayangan Ayah berdiri dekat dengan Sophia, tubuh mereka saling mendekat, lalu menyatu.Tanganku gemetar hebat. Jantungku berdetak kencang, hampir menyakitkan. Aku tidak ingin melihat ini. Aku tidak ingin menjadi saksi dari sesuatu yang seharusnya tidak pernah kulihat. Tapi mataku tidak bisa berpaling.Siluet itu bergerak, Ayah menunduk, tangannya meraih pinggang Sophia, menariknya lebih dekat. Aku melihat kepala mereka bersandar, bibir bertemu.Lalu Ayah bergerak lebih jauh. Tangannya naik, menyusuri punggung Sophia, lalu turun ke pinggangnya, ke pinggulnya. Aku bisa melihat siluet Sophia menundukkan kepala ke belakang, tubuhnya melengkung ke dalam pelukan Ayah. Ayah menciumi lehernya, bahunya, tubuhnya, gerakan yang penuh gairah.Aku menutup mulutku dengan tangan, menahan suara yang hampir lolos. Ini
Huling Na-update : 2026-09-28 Magbasa pa