"Lebih besar dari suamimu?" bisik Nathaniel di telingaku, suaranya serak oleh hasrat. Aku mengangguk malu, wajahku memerah. Tidak pernah aku membayangkan akan mengatakan hal seperti apalagi kepada ayah mertuaku sendiri. Tapi di sini, di bawah tubuhnya yang kekar, dengan kehangatannya yang mengisi diriku, semua batasan terasa kabur. "Katakan," desaknya, gerakannya berhenti sejenak, hanya ujungnya yang masih di dalam diriku. "Katakan dengan jelas. Lebih besar dari siapa?" Aku menggigit bibir, rasa malu bercampur gairah membakar seluruh tubuhku. "Lebih besar dari Derek," kataku, suaranya nyaris tak terdengar. "Jauh lebih besar." Nathaniel tersenyum puas. "Bagus karena mulai sekarang, kau tidak akan mengingat Derek lagi. Hanya aku." Dia mendorong lebih dalam, dan aku menarik napas tajam, merasakan setiap inci dari dirinya mengisi kekosongan yang selama ini ada. Tanganku mencengkeram punggungnya yang bidang, kukuku menusuk kulitnya. "Kau sangat ketat," desahnya, gerakannya
Last Updated : 2026-08-18 Read more