Keesokan paginya, aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lelah. Derek sudah bangun lebih dulu, aku mendengar suara air mengalir di kamar mandi. Aku duduk di tepi tempat tidur, menatap langit-langit, dan mencoba mengumpulkan kekuatan untuk menjalani hari yang baru.Saat aku turun ke ruang makan, aku melihat sesuatu di atas meja. Sebuah vas kristal berisi bunga mawar merah segar, setidaknya dua lusin. Di sampingnya, sebuah kotak beludru merah kecil terbuka, memperlihatkan cincin berlian yang berkilauan di bawah cahaya lampu pagi.Derek berdiri di samping meja, tersenyum bangga. "Selamat pagi, sayang, Ini untukmu. Untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu."Aku menatap bunga dan cincin itu, lalu menatap Derek. Aku tahu ini semua bagian dari permainannya, cara dia mencoba membeliku, membuatku lupa pada semua pengkhianatannya."Terima kasih," kataku datar, mengambil cincin itu dan memakainya di jariku. Cincin itu pas—terlalu pas, seolah dia sudah mengukur jariku tanpa aku tahu."Cant
Last Updated : 2026-08-27 Read more