Selama dua tahun ini, sebenarnya aku jarang sengaja mencari tahu kabar di dalam negeri. Dengar-dengar, Arden yang dulunya begitu disegani di dunia hukum ibu kota dan menjunjung tinggi hukum serta aturan hingga mendarah daging itu, kini sudah sepenuhnya kehilangan kewarasannya.Arden seperti orang yang kehilangan akal sehat. Dia mengerahkan seluruh koneksi, baik dari kalangan resmi maupun tidak resmi, bahkan menggelontorkan sejumlah besar uang sebagai hadiah, demi mencariku ke seluruh penjuru dunia.Namun, apa hubungannya denganku?Saat mendengar kabar ini, aku sedang duduk di kafe terbuka di tepi Sungai Sanae, Kota Harma. Perasaanku bahkan tidak beriak sama sekali. Duniaku sudah bukan lagi dapur sempit tempat aku hanya bisa memendam kesedihan sambil mendengarkan radio tengah malam.Setelah meninggalkannya, aku pergi jauh ke Negara Urapia, lalu kembali menekuni bidang yang paling kucintai sebelumnya, yaitu ilmu psikologi dan komunikasi.Sekarang, aku sudah bukan lagi wanita yang dicampa
Read more