เข้าสู่ระบบSelama sepuluh tahun, aku menjalani profesi sebagai penyiar radio malam yang berbagi kisah-kisah menyentuh hati. Malam ini adalah episode ke-521 dari acara tersebut. Hari ini bertepatan dengan turunnya salju pertama di musim dingin ibu kota, sekaligus adalah peringatan ulang tahun pernikahan ketujuhku dengan Arden Sorandi, seorang profesor hukum. Di sela jeda iklan selama lima menit, aku menatap laporan pemeriksaan kehamilan yang tergeletak di atas konsol kendali. Senyum tipis tanpa sadar menghiasi wajahku. Di atas kertas itu, tertera dengan jelas kalimat "hamil delapan minggu". Inilah hadiah yang kusiapkan untuk Arden di ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh. Sambil membayangkan raut terkejut yang akan menghiasi wajah pria yang biasanya begitu tenang dan terkendali itu, aku pun meneleponnya. Panggilan pertama berdering selama sepuluh detik sebelum akhirnya terputus. Panggilan kedua langsung ditolak, sedangkan panggilan ketiga langsung menunjukkan ponselnya telah mati .... Arden adalah seorang pakar hukum yang memegang teguh aturan dalam hidupnya. Dia pernah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa di mana pun dia berada, jika aku menelepon, dia pasti akan mengangkat teleponku. Meskipun sedang rapat, dia juga akan menghentikan rapat. Malam ini, tepat saat aku sedang diliputi kebahagiaan dan bersiap untuk memberitahunya secara langsung bahwa kami akhirnya dikaruniai anak yang selama ini kami dambakan, dia justru tidak bisa dihubungi.
ดูเพิ่มเติมTujuh tahun.Selama tujuh tahun ini, aku telah memiliki pengaruh besar di dunia media internasional. Pernikahanku dengan Dennis juga bahagia, bahkan aku telah dikaruniai seorang putri yang menggemaskan.Nama Arden sudah lama tidak ada di dalam hidupku lagi. Sementara itu, Arden, seperti belatung yang hidup di selokan, bertahan hidup dengan susah payah selama tujuh tahun di vila yang telah diputus aliran air dan listrik.Tujuh tahun kemudian, pada malam Hari Raya.Ibu kota dilanda badai salju dahsyat yang belum pernah terjadi selama seratus tahun.Di luar jendela, terlihat gemerlap lampu dari rumah-rumah, sementara kembang api yang meriah menerangi separuh langit malam.Suara petasan dan suara tawa menembus angin serta salju. Namun, kamar bayi di vila itu justru sedingin ruang bawah tanah yang paling dalam.Dalam suhu minus 20 derajat, bahkan embusan napas yang keluar dari mulut seketika berubah menjadi uap dingin.Arden mengenakan kemeja usang, meringkuk di samping ranjang bayi tua ya
Setelah itu, aku mendengar kelanjutan cerita Arden dari kepala bagian hukumku.Selama berada di ruang ICU, Arden bertahan hidup selama sebulan penuh dengan bantuan selang pernapasan dan mesin sirkulasi darah.Entah berapa kali jantungnya berhenti berdetak, dan entah berapa kali dokter mengeluarkan surat pemberitahuan kondisi kritis. Bahkan dokter utama menghela napas kagum. Katanya, Arden benar-benar berhasil merebut kembali nyawanya dari tangan maut.Arden berhasil bertahan hidup, tetapi juga benar-benar telah kehilangan segalanya. Hari ketika dia dipindahkan ke kamar rawat biasa kebetulan bertepatan dengan hari resepsi pernikahanku.Belakangan, Frendy dengan mata memerah menggambarkan kepada asistenku betapa mengenaskannya keadaan pada hari itu.Sore hari itu, di sebuah kastel kuno yang telah berdiri selama ratusan tahun, aku mengenakan gaun pengantin haute couture yang dihiasi taburan berlian kecil. Aku menggandeng lengan Dennis sambil berjalan perlahan menuju ujung karpet merah yan
Dorongan kuat itu langsung membuat luka tusukan di paru-paru dan punggung Arden kembali tertarik! Rasa sakit yang luar biasa seketika menyayat seluruh sarafnya. Tubuhnya yang besar terdorong hingga terguling ke samping.Aku bangkit dari lantai dengan sangat tenang. Aku sama sekali tidak memedulikan Arden yang terbaring di lantai dengan tubuhnya mengejang kesakitan.Aku tidak panik dan segera menjerit untuk memanggil ambulans. Aku juga tidak menerjang maju untuk menutupi lukanya.Aku menepuk-nepuk debu yang menodai mantelku, bahkan frekuensi napasku sama sekali tidak berubah."Apa Anda terluka?" Pengawal dan asistenku bergegas menghampiriku dengan wajah penuh ketakutan.Aku sedikit mengangkat tangan, mengisyaratkan mereka untuk mundur. Aku berbalik, lalu menatap Arden yang terbaring di genangan darah sambil terus menatapku."Arden." Suaraku tidak keras, tetapi terdengar sangat jelas di tengah kekacauan yang terjadi di dalam gedung. Setiap kata yang kuucapkan terasa seperti pisau es, men
Jika menyakiti diri sendiri di tengah badai salju sebelumnya hanya menghancurkan harga diri Arden, kejadian tak terduga selanjutnya benar-benar menjatuhkannya ke dalam neraka dan tidak bisa kembali lagi.Satu bulan kemudian, di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Ibu Kota.Aku baru saja menerbitkan buku psikologi perdanaku. Hari ini akan diadakan acara penandatanganan buku yang sangat besar di tempat ini.Luka tusukan pisau di perut Arden bahkan belum sepenuhnya sembuh. Perutnya masih dibalut kain kasa medis yang tebal.Namun, Arden tetap seperti hantu yang tidak berani menampakkan diri. Dia menyogok petugas kebersihan gedung, mengganti pakaiannya dengan seragam kerja yang sederhana, lalu bersembunyi di sudut paling gelap dari sisi belakang meja tempat acara penandatanganan.Arden tidak berani menampakkan diri di hadapanku. Dia takut aku akan kembali meminta satpam untuk mengusirnya. Jadi, dia terpaksa bersembunyi dalam kegelapan.Acara penandatanganan buku sedang berlangsung. Sua
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.