Bab 32 "Malam ini saja ... jangan bahas soal hukum atau persidangan perceraian itu," ucap Nara. Arkan tidak menjawabnya, ia langsung melingkarkan lengan kokohnya di pinggang Nara, menarik tubuh gadis itu ke dalam dekapannya dan memeluknya dengan sangat erat. Arkan menundukkan kepala, mengecup kening, kelopak mata, hingga pipi Nara yang basah oleh sisa air mata dengan begitu lembut, seolah sedang menandai kepemilikanya di setiap inchi tubuh Nara. Di balik jendela yang membeku oleh salju, malam yang dingin menjadi saksi bisu runtuhnya sisa garis batas terakhir di antara sepasang saudara tiri tersebut, menyisakan kehangatan yang begitu membara di mana tidak ada lagi ruang bagi dunia luar yang sanggup untuk memisahkan mereka. Arkan melonggarkan pelukannya perlahan, namun kedua tangannya tetap bertumpu di pinggang Nara, mengunci pergerakan gadis itu di atas sofa. Matanya menatap lekat bibir Nara yang masih sedikit bergetar, "Kamu sudah tenang?" tanya Arkan, setengah berbisik. Na
Última actualización : 2026-09-24 Leer más