Bab 21 Nara menyambar ponselnya dengan gerakan secepat kilat, lalu menatap Julian dengan tatapan panik, "Julian, kamu harus keluar sekarang!" ucap Nara, suaranya naik satu oktaf. Julian mengernyitkan dahi, menatap notifikasi di laptop Nara dengan senyum yang meremehkan. "Nara, kamu bercanda? Dia di Jakarta, bagaimana mungkin dia bisa meretas jaringan listrik asrama ini? Itu cuma gertakan omong kosong," ucap Julian santai. "Arkan tidak pernah main-main dengan gertakan nya, Julian! Tolong, keluar sekarang!" Nara bangkit dari kursi dan melangkah mendekati Julian, sambil mendorong pelan pundak Julian menuju pintu depan kamarnya. "Nara, tenanglah ...," Tak!!! Belum sempat Julian menyelesaikan kalimatnya, seluruh lampu di dalam asrama mendadak padam. Suara dengung mesin pemanas ruangan mati seketika, menyisakan kegelapan pekat yang hanya diterangi oleh cahaya lampu jalanan dari balik jendela kaca. Julian tersentak, hampir menjatuhkan cangkir coklat panasnya. "Gila ... ini ... bagaim
Last Updated : 2026-09-21 Read more