“Hari ini aku butuh mobil, Mas. Kamu bawa motor aja,” ucap sebelum Mas Al melangkah meninggalkan kamar.Dia yang hendak menarik handle pintu kamar berhenti.“Kenapa, mau ke mana kamu? Kamu saja yang naik motor. Aku butuh mobil hari ini. Kalau nggak mau bawa motor, nggak usah pergi. Aku menarik napas dalam-dalam sambil mengepalkan tangan. Mata ini menatap punggungnya yang membelakangiku dengan darah yang mendidih. Sepagi ini sudah dibuat emosi oleh orang yang tidak tahu diri. “Aku ada perlu, perginya ngajak Nadira. Lagian, kenapa nggak kamu sendiri yang naik motor? Mobil itu milikku, kamu cuman pinjem, Mas. Tapi, kenapa kamu jadikan aku seperti pengemis? Padahal mobil itu aku beli sebelum menikah dan menggunakan uangku sendiri.” Dia membalikkan badan, menatapku dengan tajam. “Kenapa kamu seperhitungan itu padaku, Ca? Kenapa?” Suaranya naik beberapa oktaf. Karena kamu, tidak layak diberikan apa pun lagi dari aku, Mas. “Terserah kamu mau beranggapan apa, Mas, yang pasti aku mema
Last Updated : 2026-09-23 Read more