Malam menyelimuti istana dengan kain hitam yang rapat. Angin membawa bau asin yang samar, jejak pelabuhan masih bergaung di udara.Xuyue berdiri di ambang paviliun, tangan bersandar pada tongkat tersembunyi, merasakan Jiwa Ketiadaan berdenyut menunggu isyarat. Di taman, bayangan bergerak dengan pola, dengan jarak yang diukur.'Mereka tak lagi mengincar sekadar panji,' bisiknya dalam hati. 'Mereka mencari celah yang kutup semalam, atau mencari yang baru.'Dua sosok melesat dalam sunyi di sudut taman, membawa benda berukir lingkar bercabang. Satu sosok lebih tegap, topengnya dihiasi garis merah seperti noda darah kering.Di aula, Kaisar menerima laporan terakhir, tangannya mengepal di gagang tombak. "Tingkatkan ronda di sisi selatan," perintahnya. "Jangan biarkan barang apa pun lewat tanpa pemeriksaan."Xuyue meninggalkan aula diam-diam. Di dekat kolam, sebuah bayangan meloncat dari atap, menaruh panji kecil ke sebuah pilar.Xuyue menutup jarak, bukan dengan lari, tapi dengan gerak yang
Last Updated : 2026-10-03 Read more