Jauh di bawah istana, gulungan kuno itu masih tergeletak di atas meja penasihat bayangan, tintanya belum sepenuhnya kering. Namun di atas permukaan, dunia berjalan seolah tidak ada yang berubah.Pagi itu, langit Istana Kaisar Langit diselimuti kabut tipis yang membuat taman-taman giok tampak seperti lukisan tinta. Embun masih menggantung di kelopak bunga plum, dan suara burung langit terdengar samar dari kejauhan.Di koridor paviliun timur, langkah Zhao Ruilan terdengar pelan namun mantap.Ia mengenakan jubah biru lembut, rambutnya disanggul rapi dengan hiasan giok kecil. Wajahnya dihiasi senyum hangat, matanya tampak bersinar seolah dipenuhi niat baik.Dayang-dayang yang lewat menunduk hormat, namun beberapa dari mereka saling bertukar pandang, tahu bahwa senyum itu bukanlah senyum biasa.Ruilan berhenti di depan paviliun Selir Ke-7. Ia menatap pintu kayu berukir awan, lalu mengetuk pelan."Selir Xuyue," ucapnya lembut, "bolehkah aku masuk sebentar? Aku membawa teh plum dari taman b
Last Updated : 2026-09-19 Read more