"Ck," Adrian berdecak, "apa yang kamu pikirkan? Bukankah sudah sering aku menidurimu?" tanya Adrian dengan penuh percaya diri. Ingin rasanya Indah berlari ke ketub utara, tidur bersama beruang tidak mengapa asalkan dia tidak bertemu dengan Adrian. Mendegar banyak ucapan yang terdengar tidak masuk akal. "Sayang," panggil Adrian. Indah mengusap tengkuknya, "Kamu nggak kerja?" tanyanya bingung mau bicara apa. "Sayang, kamu lupa ini hari apa? Ini hari minggu." Indah pun memijat dahinya, mengedar ucapan Adrian bisa membuatnya panas dingin. Sungguh ini tidak baik untuk kesehatan. "Pak, ini sarapannya," Robby pun meletakkan pada meja, "saya permisi," Robby pun pergi. "Aku ambil piring," kata Indah cepat mengalihkan perhatian Adrian. Tapi Adrian menahannya, "Aku aja, kamu tetap duduk disini." Indah pun akhirnya duduk dalam kebingungan, sedangkan Adrian yang bangun lalu menyiapkan semuanya. Bahkan mengisi piring Indah, lalu menyuapinya. "Mas, aku..." "Aku bukan khusus
Last Updated : 2026-10-25 Read more