"Aku, permisi," Maya segera berlari menuju pintu keluar lalu pergi secepatnya. Sedangkan Ara masih berdiri ditempatnya dengan leher terasa dicekik, ia ingin ikut pergi tapi kemana? Semua kamar di vila sudah penuh, kecuali tidur di ruang tamu. Itu tidak mungkin, tali ingin menahan Maya di kamar lebih tidak mungkin. "Santai saja, lakukan yang mau kamu lakukan," kata Adrian. Hah? Bagaimana mungkin Adrian bisa bicara demikian? Ini sungguh sangat tidak mungkinkan? "I-iya," Ara mengangguk cepat lalu ia masuk ke dalam toilet, ia bisa duduk disana sambil bermain ponsel menunggu Adrian pergi. *** "Mas, kamu kok disini?" tanya Indah. Duar. Suara petir kembali menggelegar, membuatnya membeku. Adrian kembali memeluknya erat, seolah menenangkan Indah. 'Indah, kamu nggak usah lebay. Ini cuma petir, memangnya kenapa?' batinnya. "Mas, kamu pergi sana. Kenapa kesini," protes Indah. "Kenapa? Aku kangen sama kamu, aku ini suamimu. Aku sekarang mikir jika pernikahan ini nggak
Last Updated : 2026-11-06 Read more