Indah melangkah ke luar, ia berdiri di depan pintu gerbang sesaat. Ia menarik nafas dan menghapus air matanya. Indah berjalan ke rumah yang bersebelahan dengan rumahnya, ia masuk dan melihat bibiknya sedang membersihkan halaman. "Indah?" panggilnya. "Tante," Indah langsung memeluk wanita paruh baya itu, dia adalah Kakak kandung ibunya. Ia menangis keras karena tak mampu menahan rasa sakitnya dan Tantenya tau keponakannya itu pasti sedang tidak baik-baik saja. "Kamu masuk dulu," kata wanita itu. "Ma, ngapain sih bawa dia kesini?" tanya wanita seusia Indah dia Dela, sepupu Indah sendiri dan tatapannya terlihat sinis. "Dela," tegur Arini. "Ma, dia itu cuma nyusahin, jangankan kita, Tante Ani aja nggak suka sana dia. Dia itu cuma beban tau, Ma. Pembawa sial!" cibirnya. Plak. Arini menampar mulut putrinya, ia sangat geram dengan ulah anaknya itu. "Kenapa kamu tidak punya sopan santu?!" geram Arini. "Pa," adu Dela pada Papanya. Papanya pun bangkit dan menatap tajam
Last Updated : 2026-08-23 Read more