“Iya,” ucap Megan mengangkat telepon dari Ruby.Rasanya aneh, seperti ada sebuah jarak yang membentang di antara mereka.[Aku ingin mengatakan sesuatu, apa kita bisa bertemu]Megan berpikir sebentar, kemudian mengangguk. “Iya,” jawabnya.Kemudian memandang Benedict dan mengulurkan tangannya. “Pinjam mobilmu, aku mau bertemu dengan Ruby.”Benedict menyipitkan mata. Kemudian mengeluarkan kunci mobilnya dari saku. “Jangan sampai lecet,” ucap Benedict.Megan mengangguk lalu meraih kunci mobil itu dan pergi. Sedangkan untuk urusan wanita itu, biar Benedict yang mengurus.Tidak lama, Megan akhirnya sampai di depan apartemen Ruby. Ketika masuk ke dalam mobil, Ruby langsung memeluknya.“Aku sangat bersyukur kamu baik-baik saja.” Ruby kemudian melepaskan pelukannya.“Aku takut kamu dilukai oleh Nicky—”“Ruby.” Potong Megan sembari memutar bola matanya malas.“Berhenti membelanya, dia itu brengsek,” ucap Ruby dengan gemas.“Jangan mengatai orang sembarangan.” Megan menatap lurus ke depan. Ruby
Última atualização : 2026-09-23 Ler mais