“HEI!” Teriak Benedict.“AKH!” teriak Megan karena dahinya ditonyor begitu keras oleh Benedict.Benedict mengerjap pelan. “Aku sudah bilang jangan terluka! Kalau begini uang bulananku bisa dipotong Dad!” setengah berteriak.Megan mengusap dahinya sendiri sembari mencebikkan bibirnya. “Kamu pikir aku mau mencelakakan diri sendiri?!”“Kamu—”“Sudah-sudah!” Ravin melerai mereka.“Dia mau menangis, jangan memarahinya lagi.” Christ menunjuk Megan.Megan memberengut kesal, tatapan matanya tajam pada Benedict. Sedangkan Benedict dengan wajah datarnya, seolah perbuatannya sangat benar.“Ehem. Kalian bisa pergi dulu? Supaya aku bisa membantu Megan?” tawar Nicky.Benedict sempat tidak yakin, tetapi Megan mengangguk. Sebelum tirai ditutup, Megan sempat melihat ke arah pintu. Ia pikir tadi ada seseorang di sana, ternyata tidak ada.Tidak terlalu lama, akhirnya selesai dan keadaan ruang kesehatan lebih hening karena teman-teman Benedict sudah pergi.“Terima kasih,” ucap Benedict pada Nicky.Nicky
最終更新日 : 2026-09-19 続きを読む