Langit sore di atas kota perlahan meredup, menyisakan bias jingga yang bergeser menjadi kelam di balik kaca jendela besar kediaman utama keluarga Elvano.Pintu kayu berukir itu terbuka pelan, menampakkan sosok Zea yang melangkah masuk dengan balutan mantel rajut berwarna krem. Di hadapannya, Helena sedang duduk santai sambil menyesap cangkir porselen putih berukir emas."Ma," panggil Zea pelan, suaranya sedikit memecah keheningan sore itu.Helena mendongak, dan seketika wajah wanita paruh baya itu merekah dengan senyuman lebar. Ia meletakkan cangkirnya di atas piring kecil dengan gerakan anggun. "Zea, sayang. Kamu tumben sekali datang ke sini sore-sore begini. Ada apa, hm? Duduklah dulu."Zea langsung menarik kursi di seberang Helena, duduk dengan gerakan antusias yang tidak bisa ia sembunyikan. Tanpa basa-basi lebih lama, ia mencondongkan tubuhnya ke depan meja, menatap mertuanya dengan binar kemenangan di mata."Ma, ingat taruhan kita kemarin lusa? Daren benar-benar menghabiskan ku
Última atualização : 2026-09-16 Ler mais