Sesaat, Arka seolah lupa semua bahasa yang pernah dipelajarinya.Dia terdiam dengan perasaan kesal. Menurutnya, Maura hanya sedang jual mahal dan sengaja ingin memperumit keadaan. Namun, setelah mendengar ucapan Maura tentang kondisi tubuhnya, dia tidak tahu harus tertawa atau marah.Pada akhirnya, Arka hanya tertawa pelan. Tawa tanpa sedikit pun kegembiraan.Suasana hatinya semakin buruk.Sementara itu, ekspresi Madeline berubah sangat serius."Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?" tanyanya khawatir sambil menggenggam tangan cucunya dan meremasnya pelan."Kalau tubuhmu bermasalah, pergilah ke dokter. Jaga kesehatanmu. Dan yang lebih penting, perlakukan istrimu dengan baik."Tatapan Arka sedikit menajam seolah menyiratkan sesuatu, tetapi dia menahan diri dan tidak membantah di depan wanita tua itu."Nek," katanya tenang, "Aku nggak pernah menelantarkan dia. Apa Nenek bicara soal uang?"Madeline langsung memelotot kepadanya."Oke, kalau begitu jawab pertanyaanku." Dia menghela napas
Read More