Tama membuka pintu penumpang depan SUV hitamnya perlahan, lalu mendudukkan Weni dengan hati-hati di atas jok kulit yang empuk. Bidadari Kampus itu masih merangkul leher Tama erat-erat, seolah enggan melepaskan pegangannya meski posisinya sudah sangat aman. "Udah sampai di mobil, Weni. Lepas dulu tangannya, saya mau pasang sabuk pengaman kamu," tutur Tama lembut seraya mengusap pelan sisa air mata di pipi mulus Weni. "Gak mau lepas, Mas... aku masih takut kalau Mas Tama jauh-jauh dari aku," rengek Weni menatap mata tajam Tama dengan binar kepasrahan yang amat dalam. "Saya cuma mau pindah ke kursi pengemudi di sebelah kamu, gak bakalan pergi ke mana-mana," balas Tama tersenyum renyah menenangkan. "Beneran kan, Mas? Jangan tinggalkan aku sendiri di sini," bisik Weni memastikan. "Masa saya tinggalkan kamu sendirian di dalam mobil? Saya cuma mau nyetir buat bawa kamu pulang ke rumah,"
Última atualização : 2026-10-03 Ler mais