Sinar matahari pagi menembus kaca jendela besar ruang makan lantai dasar, memantulkan pendar hangat di atas meja kayu jati yang sudah dipenuhi berbagai hidangan sarapan. Wangi nasi goreng seledri, telur mata sapi, dan aroma kopi hitam yang pekat memenuhi udara rumah megah tersebut. Tama melangkah turun dari tangga kayu dengan pakaian santai, kaus polos hitam dan celana jeans. Wajahnya segar dan tubuhnya terasa penuh energi setelah menuntaskan marathon keintiman malam sebelumnya. 'Edan, biasanya rumah ini pagi-pagi riuh kayak pasar kaget rebutan kamar mandi. Sekarang kok adem tenteram gini, aroma kopinya aja berasa kelas kafe premium,' batin Tama tersenyum renyah melirik ke arah dapur. Di area dapur bersih, Bi Surti tampak kebingungan memegang kunci pas kecil sambil menatap kompor gas yang mendesis pelan. "Ada apa, Bi?" tegur Tama mendekati ART senior itu. "Ini Mas Tama, regulator
Last Updated : 2026-09-25 Read more