"Boleh, Kak. Ayo ke bawah sekarang," sahut Tama pelan, memberikan senyuman hangat yang seketika menenangkan raut cemas di wajah Wanda.Langkah kaki mereka berdua terdengar pelan menuruni anak tangga kayu menuju ruang kerja privat di lantai bawah. Pintu jati tebal berukir itu mengayun terbuka, memperlihatkan ruangan luas berpendingin udara sejuk dengan lampu meja berkap kuning yang menyala redup. Di atas meja kerja berukuran besar, tumpukan map pembukuan restoran dan laptop masih menyala.Wanda mengunci pintu ruangan dari dalam, lalu berjalan mendekati meja kerja dengan helaan napas berat. Piyama katun tipis yang dikenakannya berayun pelan, memperlihatkan lekuk bahu dan leher jenjangnya yang mulus."Aku memaksakan diri meriksa laporan keuangan cabang baru dari siang tadi, Tam. Kepala aku rasanya mau pecah, leher sama bahu kaku banget," aduh Wanda seraya mendudukkan diri di tepi sofa kulit cokelat yang empuk.Tama meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mel
Last Updated : 2026-10-08 Read more