“Apa uang receh dari keluarga Sanjaya ini cukup untuk mengkhianatiku dan membeli kesetiaan asisten pribadiku, Tuan Bisma?”Ujung sepatu pantofel kulit mengilap milik Samudera menginjak serpihan kertas cek yang berserakan di lantai marmer. Gesekan tajam antara sol sepatu dan pualam itu membekukan udara di sekeliling mereka, tepat saat bayang-bayang tubuh tingginya yang menjulang menelan habis meja perundingan rahasia tersebut.Bisma dan Celina sama-sama tersentak kaku. Kehadiran Samudera yang tiba-tiba, tanpa suara layaknya malaikat maut, membuat napas tertahan di tenggorokan.“Bukan begitu maksudnya, Samudera ....” Celina hendak menjelaskan, tetapi dirasa kondisi saat ini lebih merugikan untuk Bisma, dia pun diam.Namun di balik keterkejutan yang menyentak jantungnya, Celina lebih cepat menguasai diri. Wanita bergaun hitam itu tidak menunduk ketakutan atau bersusah payah menjelaskan situasinya. Dia justru bersandar pelan di punggung kursi, melipat kedua tangannya di depan dada, dan me
Last Updated : 2026-09-29 Read more