“Kalau begitu, aku semakin penasaran rahasia apa yang kamu sembunyikan sampai harus berakting sehebat itu, Celina.”Seringai mengejek di bibir Celina seketika lenyap. Napasnya tertahan kala jemari kokoh Samudera mencengkeram rahang bawahnya dengan tenaga terukur. Pria itu menarik wajah Celina secara paksa, memangkas jarak hingga hidung keduanya nyaris bersentuhan di depan meja kerja sang CEO yang mengkilap, memantulkan bayangan dua insan yang terjebak dalam permainan dominasi berbahaya.“Katakan. Apa itu?”Aroma maskulin Samudera, campuran musk, bergamot, dan kayu cendana kembali menginvasi indra penciuman Celina. Wangi pekat yang membangkitkan memori liar tentang pergulatan panas semalam. Hembusan napas hangat pria itu menerpa kulit wajahnya, mengantarkan desir aneh yang berusaha keras ia tekan.“Tuan ... bukankah kita hanya partner sesuai kontrak? Alasan pribadi bukan hal yang harus dijabarkan. Permasalahanku bukan urusanmu, Tuan Samudera yang terhormat,” balas Celina, menguji kesab
Last Updated : 2026-09-13 Read more