“Hah?! Apa-apaan ini?”“Tuan Samudera tidak salah bicara? Malah membawa wanita lain ....”Ucapan Samudera tadi mengklaim Celina secara terang-terangan bagaikan petir di siang bolong yang menyambar tepat di tengah aula mewah itu. Pernyataan mutlak itu menggelegar, meruntuhkan seluruh ekspektasi dan skenario perjodohan yang telah dirancang dengan susah payah oleh dua klan besar.Di sudut VIP, gelas kristal berisi sampanye di tangan Nyonya Shiena nyaris remuk dalam kepalan gemetarnya. Napas wanita paruh baya itu memburu cepat, sementara wajahnya memerah padam menahan murka yang tak lagi sanggup dibendung.Tanpa membuang waktu, Nyonya Shiena dan Galen, salah satu petinggi senior sekaligus paman dari pihak ayah Samudera, langsung melangkah maju membelah kerumunan. “Dasar anak tak tahu diri! Malah berulah disaat penting seperti ini,” gera. Nyonya Shiena. Langkah mereka cepat dan mengentak, memancarkan amarah yang menyala-nyala bak api neraka. Para tamu undangan secara otomatis mundur, mem
Last Updated : 2026-09-18 Read more