Aroma masakan yang menyeruak hingga ke luar rumah menuntun langkah Mas Bayu menyusuri lorong menuju dapur. Tatapan mata Mas Bayu langsung bertabrakan dengan mata Mbak Sri saat melangkah ke dapur.Mbak Sri menghentikan sejenak jemarinya yang sedang menata daun pisang, sedikit terkejut namun menyambut hangat kehadiran Bayu.Bayu tersenyum tipis, menatap sekeliling dapur yang rapi, "Wangi banget, Mbak. Sepertinya pesanan perdana berjalan lancar, ya?"Mbak Sri mengusap keringat ringan di dahi dengan ujung celemek, tersenyum lega, "Alhamdulillah, Mas Bayu. Ini lagi merapikan lauknya. Cuma ya gitu, makin makin mendekati siang makin sedikit deg-degan.""Tenang saja, Mbak Sri. Nanti pikap proyek saya akan datang jam sebelas siang tepat buat mengambil lima belas kotak nasi ini. Jadi Mbak Sri ada waktu santai buat finishing tanpa perlu terburu-buru."Mata Mbak Sri berbinar, dia pun menghela napas lega, "Beneran jam sebelas, Mas? Syukurlah, terima kasih bange
Última atualização : 2026-09-05 Ler mais