Mobil pribadi milik Mas Bimo sudah terparkir rapi di depan Wisma Asri, mesinnya menyala halus siap untuk melaju. Tak lama kemudian, pintu kos terbuka. Mbak Sri melangkah keluar diapit oleh Mas Bayu, Raka, dan Mas Rehan. Sesuai kesepakatan setelah perdebatan kecil tadi, Mas Bayu hanya mengantar sampai teras, ia terpaksa gigit jari dan menuruti larangan Mbak Sri agar beristirahat memulihkan luka di kepalanya.Sebelum melangkah lebih jauh, Mas Rehan dengan sigap mengulurkan tangan. "Sini, Mbak, tas belanjanya saya bawakan saja. Kasihan kalau Mbak Sri yang bawa, berat," ucapnya santai sambil mengambil alih tas-tas belanja berukuran besar dari jemari Mbak Sri.Tindakan spontan itu tak luput dari pandangan Mas Bayu dan Raka. Belum sempat Mas Bayu merespons, Raka langsung mengambil ancang-ancang. Tanpa ragu, anak muda itu merangkul dan menggandeng erat lengan Mbak Sri."Mbak Sri, yuk jalan sekarang! Nanti keburu siang, bahan-bahannya bisa kehabisan di pasar," rengek Ra
Última atualização : 2026-09-25 Ler mais