Cinda duduk mematung dengan wajah yang amat gundah. Bagaimana tak gundah? Sejak kejadian di ruang kerja waktu itu, Indra sama sekali tak lagi sudi membalas pesan WhatsApp maupun puluhan email yang dikirimkannya. Kalau menelepon, jelas Cinda tak berani. Di kantor pun Indra menghindarinya. Padahal biasanya disaat dirinya diam dan tidak mengusik keberadaan Nindiya, Indra akan selalu datang menyambanginya, memberikan perhatian lebih yang memanjakannya. Namun belakangan ini pria itu memang mulai berubah."Aku tak ingin membahas hal itu lagi, Cin," pangkas Indra datar.Cinda menunjukkan raut wajah paling nelangsa. "Bagaimana aku nggak bingung, nggak stres, Mas. Kalau aku cuma dijadikan wanita di balik bayang-bayang? Terus sampai kapan kita harus begini?"Indra menegakkan tubuh, menatap Cinda. "Kamu bisa membuka hatimu untuk menerima pria lain. Cari kehidupanmu sendiri. Karena di antara kita pun sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi."Mendengar kalimat yang meluncur tanpa beban itu, emosi Ci
Last Updated : 2026-09-17 Read more