Khaisar tersenyum lagi. "Oke. Kita makan di restoran seberang jalan saja. Bagaimana?""Oke, Mr. K," jawab Amara riang kemudian bangkit dari duduknya. Namun Khaisar masih tercekat karena sebutan itu. Mr. K panggilan manis yang diberikan Nindiya untuknya."Mas, jadi nggak nih? Kenapa melamun?" teguran itu membuat Khaisar segera bangkit dari duduknya. Amara melangkah mengikuti Khaisar.Beberapa menit kemudian, keduanya telah duduk berhadapan di dekat jendela restoran yang teduh. Suasana nyaman dan aroma masakan yang menggugah selera menyelimuti meja mereka.Saat menunggu hidangan disajikan, Amara menopang dagu dengan kedua tangannya, memandang Khai penasaran. "So, tell me. Bagaimana respons Mas Indra waktu tahu dia kalah tender tadi pagi?"Khaisar tak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis."He must be so disappointed, right?" kekeh Amara, menangkap arti senyuman Khai. "Pasti gengsinya terluka banget. Dia juga temanku. Tapi percayalah kalau aku profesional, Mas."
Last Updated : 2026-09-13 Read more