Baru saja masuk kamar hotel dan merebahkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang, ponsel Nindiya bergetar panjang. Ibunya menelepon. Nindiya menarik napas dalam-dalam sebelum menggeser tombol hijau."Halo, Assalamu'alaikum, Bu." sapa Nindiya, berusaha menata suaranya agar tetap terdengar tegar."Wa'alaikumsalam, Nin. Kamu sudah pulang ke apartemen?""Ya, Bu. Baru masuk kamar.""Bagaimana sidang pertamamu hari ini?" tanya Bu Mira di seberang sana, suaranya dipenuhi nada cemas seorang ibu.Nindiya menghembuskan napas pelan lalu menceritakan semuanya. Tentang proses mediasi yang berakhir gagal karena ia keukeuh pada keputusannya, hingga jalannya persidangan yang akan berlanjut ke tahap berikutnya.Bu Mira menghela napas panjang, mengerti betul beban sang putri. "Ibu paham, Nin. Kalau memang ini jalan terbaik, Ibu cuma bisa berdoa supaya kamu diberi kekuatan. Tetap kuat ya, Nak. Oh iya, kapan kamu mau pulang ke rumah?"Nindiya mengusap sudut matanya yang terasa hangat. "Nanti aku cari waktu
Last Updated : 2026-09-23 Read more