AKAN KUTUNGGU

AKAN KUTUNGGU

last updateLast Updated : 2026-08-28
By:  Lis SusanawatiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
7 ratings. 7 reviews
5Chapters
193views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Namanya Nindiya. Mantan kekasih yang masih dicintai Khaisar. Meskipun dia sudah menjadi istri pria lain. Indra. Lelaki playboy yang diam-diam ada hubungan spesial dengan seseorang. Melihat wanita yang dicintainya dikhianati, jiwa Khaisar berontak. Ia tidak terima. Ia menyesalkan kenapa Nindiya dulu meninggalkannya dan lebih memilih pria itu. Harusnya Khaisar membenci karena sudah ditinggalkan. Tapi nyatanya tidak bisa. Cintanya pada Nindiya tak goyah. Padahal dia pria keturunan bangsawan, dari keluarga kaya raya, dan terhormat. Nama itu bukan sekadar nama biasa di kalangan jetset ibu kota. Sosoknya adalah perpaduan sempurna yang seolah dipahat begitu indah. Berdiri setinggi 190cm, tubuhnya tegap atletis dengan bahu lebar yang gagah. Khai mewarisi darah bangsawan Jawa yang kental dari sang ayah, berpadu dengan garis wajah Italia yang tegas dari kakek pihak ibunya. Wajah blasterannya memikat. Mata elangnya yang tajam berwarna cokelat gelap, hidungnya mancung tinggi khas Mediterania, dan kulitnya sawo matang bersih. Khaisar bisa mencari wanita yang model apapun. Bahkan pihak keluarga beberapa kali hendak menjodohkannya dengan anak relasi bisnis yang jelas setara dengan kedudukan mereka. Bukan seperti Nindiya yang berasal dari kalangan biasa. Namun perjodohan itu selalu ditolak. Jika sahabatnya bertanya, kenapa Khaisar tak segera menikah. Jawabannya singkat. "Karena wanita yang kucintai sudah menikah." Khaisar yakin, ada alasan besar kenapa Nindiya meninggalkannya. Bukan seperti pengakuan wanita itu yang mengatakan lebih mencintai Indra. Yang bilang karena sudah tidak cinta lagi padanya. Bagi Khaisar itu omong kosong. Khaisar merasakan ada alasan lain yang dirahasiakan Nindiya. Ia harus tahu itu. "Kenapa kamu masih bertahan dengannya? Lelaki yang hanya menjadikanmu boneka hidup. Pergilah Nin, akan kutunjukkan padamu sebuah rumah yang sesungguhnya. Bukan istana yang tak ubahnya seperti penjara." _KHAISAR_ "Pergilah, Mas. Aku bukan Nindiya yang kamu kenal dulu." _NINDIYA_ "Jangan harap aku akan melepaskannya. Nindiya milikku." _INDRA_ "Dia sudah nggak mencintaimu, lupakan dia. Aku yang mencintaimu sekarang ini, Khai." _AMARA_

View More

Chapter 1

1. Patah Hati

AKAN KUTUNGGU

- 1 Patah Hati

"Kenapa kamu bilang nggak ada pikiran untuk menikah? Rugi Bro, ketampanan dan kegagahanmu nggak berfungsi, sia-sia. Kekayaanmu juga untuk siapa. Ayolah, banyak yang mengantri untukmu," ujar Edi pada sahabat baik yang duduk merokok di depannya.

Mereka baru saja membahas tentang sahabat mereka yang baru menikah hari ini. Dan mereka baru pulang dari menghadiri resepsinya. Di antara lingkaran pertemanan mereka, hanya Khai yang masih betah sendirian. Teman-teman se-geng mereka sudah menikah semua.

"Wanita yang kucintai sudah menikah," jawab Khai datar dengan tatapan dingin sambil mengembuskan asap rokok ke udara. Pria berahang tegas yang ditumbuhi cambang tipis itu menatap langit malam yang kelam. Sekelam sorot matanya.

Edi menghela napas panjang, bersandar pada kursi kayu kafe outdoor yang cukup ramai malam itu. "Perempuan di dunia ini bukan cuma dia saja, Khai. Bumi nggak selebar daun kelor. Kenapa kamu nggak sedikit saja mempertimbangkan gadis yang hendak dijodohkan denganmu oleh orang tuamu. Kudengar dia anak rekan bisnis papamu, lulusan luar negeri, cantik, dan jelas bibit, bebet, bobotnya setara dengan keluargamu."

Khai menyeringai tipis. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis yang penuh misteri. Ia menarik napas dalam-dalam dari rokok di sela jarinya. Membiarkan nikotin membakar dadanya sejenak sebelum kembali mengembuskannya.

Khaisar Luca Nathalaga. Nama itu bukan sekadar nama biasa di kalangan jetset ibu kota. Sosoknya adalah perpaduan sempurna yang seolah dipahat begitu indah. Berdiri setinggi 190cm, tubuhnya tegap atletis dengan bahu lebar yang kokoh. Khai mewarisi darah bangsawan Jawa yang kental dari sang ayah, berpadu dengan garis wajah Italia yang tegas dari kakek pihak ibunya. Garis rahangnya persegi dan kokoh, dihiasi cambang, membingkai wajah blasteran yang memikat. Mata elangnya yang tajam berwarna cokelat gelap, hidungnya mancung tinggi khas Mediterania, dan kulitnya sawo matang bersih. Kehadirannya selalu mendominasi ruangan, memancarkan aura maskulin yang dingin, berwibawa, sekaligus tak tersentuh. Khas wajah-wajah mafia yang kejam tak terbantahkan.

"Lupakan Nindiya, Khai," ucap Edi lagi, nadanya berubah lebih serius dan pelan. "Jelas-jelas dia yang meninggalkanmu dan memilih menikah dengan pria lain. Kenapa kamu masih sebodoh ini? Menunggu dan mencintai wanita yang bahkan mungkin nggak memikirkanmu lagi saat ini?"

Mendengar hal itu, Khai tidak menjawabnya sama sekali. Ia tetap bungkam, seolah kata-kata Edi hanya angin lalu. Mata elangnya menatap tajam ke angkasa malam yang pekat tanpa bintang. Namun di balik tatapan yang biasanya sanggup mengintimidasi siapa saja itu, ada kilatan luka yang amat dalam dan kerinduan yang tak berkesudahan. Sunyi yang diciptakannya terasa begitu menyiksa.

Edi menggelengkan kepala karena heran. "Aku benar-benar nggak habis pikir. Apa sih yang kurang dari seorang Khaisar Luca Nathalaga? Kamu kaya raya, lahir di keluarga terpandang, keturunan darah biru. Kamu punya segalanya untuk mendapatkan wanita mana pun di dunia ini. Mau model kelas atas, artis, sampai putri pengusaha sukses, semuanya mengantri, Khai. Mereka bakal sukarela menyerahkan diri untuk bersanding denganmu. Sudah hampir dua tahun, dia meninggalkanmu."

Hening. Edi menghela napas panjang. Ia sebenarnya sudah lelah ikut campur urusan pribadi sahabatnya, tapi entahlah. Mungkin karena ia memang peduli pada Khaisar karena mereka sudah bersahabat sejak masih kecil. Ayahnya Edi, orang kepercayaan Pak Hangga. Papanya Khai.

Edi heran, secinta itu Khai pada perempuan itu. Nindiya Adhiswari. Dia cuma wanita biasa, anak pegawai rendahan, yang tega meninggalkan Khai demi pria lain. Tak ada masalah apapun, tiba-tiba memutuskan hubungan lalu pergi. Sebulan kemudian tunangan dan langsung menikah.

Udara malam yang dingin terasa kian membeku. Khai masih saja bungkam, tak berniat menanggapi ucapan sahabatnya. Dan begitulah sosok Khai yang dikenal dunia luar. Dingin, misterius, dan tak tersentuh. Ia bagaikan batu es yang kokoh.

"Kemarin aku sempat ngobrol sama mamamu. Pas aku ke rumahmu. Tante Juliana nanya apa kamu punya gebetan baru. Makanya nggak respon soal perjodohan. Kujawab nggak ada. Mamamu resah, Khai."

Kali ini Khai menoleh pada sang sahabat. Tatapannya tajam. "Kalau mamaku tanya tentangku, jangan cerita apapun. Bilang saja kamu tidak tahu. Jangan ceritakan kalau aku masih sering membahas tentang Nindiya."

Edi menatap teman sekaligus bosnya itu. Sebab dia asisten pribadi Khai. "Oke."

"Ingat. Apapun yang kamu tahu tentang Nindi, jangan ceritakan pada mamaku atau pun papa."

"Ya." Edi mengangguk. Jika Khai sudah memberikan larangan, pasti ada alasannya. Edi tahu kalau Pak Hangga dan Bu Juliana sangat marah karena Nindiya meninggalkan putranya.

Khai seperti orang gila diputuskan begitu saja. Dia masih berusaha mempertahankan dengan menemui Nindiya. Namun perempuan itu tak pernah mau menemuinya lagi.

Putusnya hubungan mereka membuat heboh kantor. Sebab Nindiya juga bekerja di perusahaan milik keluarga Khai. Saat memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Khai, Nindiya juga resign dari pekerjaannya.

Suasana di antara mereka kembali hening. Hanya terdengar suara gesekan dedaunan yang ditiup angin malam dan sayup-sayup musik jaz instrumental yang diputar dari pengeras suara kafe.

"Di usiaku yang sekarang, aku sudah melihat bagaimana teman-teman seusiaku atau seusia di bawahku pada menikah, punya anak, dan bercerai," kata Khai.

"Nggak semua hubungan pernikahan berakhir tragis."

"Aku tahu. Tapi sudah kubilang tadi, wanita yang kucintai sudah menikah."

"Masih ada gadis lain."

Khai tersenyum sinis sambil mengisap rokoknya kembali. Dan suasana kembali diam di antara mereka.

Hingga tiba-tiba, pria yang membeku itu menegakkan duduknya. Kaki kanannya yang semula menumpang pada kaki kiri langsung diturunkan ke lantai. Matanya yang tajam terpaku pada pintu masuk kafe.

Edi mengernyitkan dahi melihat perubahan sikap Khai yang begitu drastis. Ia menoleh, mengikuti arah pandang sahabatnya. Di sana seorang laki-laki tampan bertubuh jangkung sedang melangkah masuk dengan santai, bersama seorang wanita yang mengenakan terusan berwarna pastel.

Rahang Khaisar mengeras seketika melihat mereka. Edi pun memandang dua orang yang baru masuk ke kafe dan ikut terkejut.

Next ....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Yeyeh Masriah
Yeyeh Masriah
Akhir nya cerita baru nya bikin penasaran terimakasih Mbak Lis ...semoga sehat & sukses selalu...Aamiin yaa Robbal'aalamiin ......
2026-09-04 22:09:31
0
0
Attar Muntaz
Attar Muntaz
Haiii... mba Lis,awal pengenalan yang menguras emosi juara bgt mba ku yang satu ini semangat terus AKAN KUTUNGGU up tiap hari nya
2026-09-04 20:42:30
0
0
Kei
Kei
kak,, izin bertanya.. buku "biarkan aku memilikimu" hanya di aplikasi sebelah je ke? kat sini tak publish ke?
2026-09-04 20:36:25
0
0
V3_
V3_
Cerbungnya Mbak Lis dijamin bagus & seru. Thanks Mbak sudah bikin karya baru🫶
2026-09-04 20:01:45
0
0
Fisca Cristina
Fisca Cristina
lanjut kak lis
2026-09-04 19:56:12
1
1
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status