Setelah di dalam mobil, aku baru sempat membuka ponsel. _Aku perlu bicara denganmu. Penting._Beberapa detik kemudian, panggilan masuk dari pria itu.Aku menatap layar, bimbang sesaat, lalu menolak panggilannya."Siapa?" tanya Pak Adnan."Nizar."Wajahnya berubah sedikit."Angkat."Aku menoleh. "Untuk apa?""Kalau dia menghubungimu berkali-kali pagi-pagi begini, mungkin ada sesuatu yang perlu kamu ketahui."Aku mendengus, tetapi akhirnya menerima panggilan itu."Ya, Pak Nizar?"Suara di seberang terdengar terburu-buru."Nara, kamu di mana?""Ada apa, Pak?""Adisti masuk rumah sakit.""Tidak ada hubungannya dengan aku, kan, Pak?""Kenapa aku merasa kamu menghindar dari aku? Aurellie Residence kamu sudah jarang memantau. Kamu juga jarang menghubungiku sekarang. Apa niat kamu cuma untuk dapat setengah dari tanahku, Nara?"Aku melirik Pak Adnan yang sudah mulai menyalakan mesin. "Itu kompensasi yang Anda tanyakan sama aku. Aku juga punya urusan lain, jadi, untuk masalah proyek yang pent
Terakhir Diperbarui : 2026-10-14 Baca selengkapnya