AKU KEMBALI UNTUK MEREBUT HARTAKU

AKU KEMBALI UNTUK MEREBUT HARTAKU

last updateHuling Na-update : 2026-10-21
By:  Nay AzzikraIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
49Mga Kabanata
1.2Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Terlahir menjadi seorang pewaris, Farabella harus dihadapkan pada ujian yang sangat besar ketika sang ayah membawa wanita lain ke rumah yang dan menjadi penyebab ibunya gila lalu meninggal. Wanita yang akhirnya menjadi nyonya itu membawa seorang anak yang usianya di bawah Farabella. setelah kematian sang Ibu, ayahnya mengirim Farabella ke pesantren dan tidak pernah dijenguk, apalagi diajak pulang. Hingga dewasa, ia harus menjalani hidup seorang diri. Setelah lulus kuliah dan bekerja, Farabella kembali untuk mengambil semua harta mendia ibunya. Ia bertekad mengembalikan ibu tiri serta adik tirinya ke tempat dimana keduanya berasal.

view more

Kabanata 1

BAB 1

MENJADI SIMPANAN ADIK IPARKU

Mataku memanas dan tangan mengepal tatkala melihat beberapa foto yang terpajang di sebuah akun media sosial. Potret keluarga bahagia dengan senyum manis, terasa begitu menyakitkan. Ayah melepas putri tiri tercintanya ke pelaminan dengan pesta yang megah. Sementara aku--anak kandung yang seharusnya mewarisi seluruh kekayaan keluarga--harus dibuang dengan bekal hidup seadanya dengan alasan yang tidak masuk akal.

Jariku lincah memperhatikan satu demi satu postingan foto di akun Dewi--istri Ayah sekarang--alias wanita perebut kebahagiaan kami. Tanganku berhenti pada sebuah foto yang memperlihatkan nama kedua mempelai.

Tasya Pramesti Hendro dan Nizar Evano Hermawan.

Tasya sudah diberi nama belakang Ayah meskipun ia hanya anak tiri. Ini keterlaluan.

Unggahan itu ternyata sudah satu tahun yang lalu. Sementara pada unggahan foto yang lain, ada mereka yang liburan ke luar negeri bersama. Tasya tipe cewek yang menunjukkan gaya hidup hedonisme. Bagaimana hati ini tak membara, mendapati semua fasilitas yang dinikmati adalah apa yang seharusnya menjadi milikku.

Meski sudah dewasa, aku tidak lupa bagaimana bentuk wajahnya dulu. Berbeda dengan sekarang. Hidungnya terlihat mancung dengan dagu lancip. Jelas dia sudah melakukan operasi plastik.

Tanganku semakin erat mengepal. Sudah cukup lama berdiam diri dan menahan derita, sekarang saatnya aku akan datang kembali ke kehidupan mereka, merebut semua yang seharusnya menjadi hakku. Usiaku sudah cukup matang untuk bisa menghadapi mereka. Akan ku kembalikan Tasya dan Dewi ke posisi dimana mereka dulu berasal.

Aku mulai berselancar di dunia maya mencari tahu sosok suami Tasya.

Nizar Evano Hermawan seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti tepatnya berkedudukan sebagai developer. Dia menikahi Tasya, kemungkinan karena faktor status sosial ayahku. Itik buruk rupa yang menjelma menjadi puteri raja dengan cara yang licik. Masih ingat pertama kali bertemu dengannya, ia hanya gadis kecil yang memakai baju usang.

Dua puluh tahun yang lalu, saat aku berusia delapan tahun ....

“Aku tidak akan mengizinkan kamu menikah lagi. Siapa yang sudi dimadu?” Ibu berteriak dari dalam kamar.

Tubuh kecilku mengintip dari balik pintu yang separuhnya terbuka.

“Heni, perkebunan kita sudah berkembang pesat. Aku tidak tega kalau harus melibatkan kamu dalam urusan itu, sementara aku butuh partner yang bisa membantu di sana. Jika aku menikah lagi, kamu bisa tenang di rumah menjaga dan menemani Farabella. Apalagi kamu sekarang juga hamil muda. Aku janji, waktuku akan lebih banyak untuk kalian.”

“Siapa wanita itu?” tanya Ibu dengan suara bergetar.

“Namanya Dewi. Dia baru beberapa bulan bekerja di perkebunan. Dia sarjana pertanian, jadi cocok untuk bergabung dengan keluarga kita.”

“Gadis atau janda?”

“Janda beranak satu, umur anaknya empat tahun. Selisih empat tahun dengan Bella. Mereka bisa menjadi kakak adik yang baik. Aku janji, kita akan menjadi keluarga yang bahagia. Rumah ini terlalu besar jika hanya ditinggali aku, kamu dan Bella saja.”

Ibu membanting vas bunga. Setelah itu, Bibi mengajakku pergi dan tidak tahu apa yang terjadi.

Ibu yang hamil muda dengan keadaan fisik yang lemah, jadi sering masuk rumah sakit, kadang sampai dua minggu dirawat. Dan ketika Ibu tidak ada, wanita itu datang ke rumah, tidur di salah satu kamar di rumah kami. Ia membawa serta seorang anak perempuan dan aku harus rela berbagi kamar dengan anak kecil itu. Meski kamar kami banyak, anak yang bernama Tasya itu tetap meminta tidur di kamarku.

Hidupku berubah seketika. Dari yang menikmati semua kemewahan seorang diri, tiba-tiba harus selalu mengalah dalam segala hal. Umruku masih terlalu kecil untuk tahu tentang apa yang terjadi secara detail.

“Aku mau boneka Kak Bella.”

“Bella, kasih bonekanya buat Dek Tasya, ya!” bujuk Ayah.

“Aku mau bantal Kak bella.”

“Bella, kasih bantalnya untuk Tasya,” bujuk Ayah lagi.

Selalu seperti itu. Semua hal yang menjadi milikku, selalu Tasya minta dan Ayah memintaku mengalah.

“Bella, ayah Tasya sudah meninggal. Tidak apa-apa kamu sedikit berbagi ya, Nak. Kamu sudah memiliki semua kemewahan sejak lahir,” ujar Ayah.

Suatu hari saat ada acara di perkebunan dengan para karyawan, Dewi berdandan cantik seperti nyonya dari keluarga ini. Tasya tidak ketinggalan. Ibu yang lemah harus bolak balik rumah sakit, sehingga dengan leluasa, Dewi perlahan mengambil alih posisi nyonya di rumah ini.

“Aku mau pakai bajunya Kak Bella.”

“Bella, kamu tukeran baju sama Tasya, ya!” Kali ini wanita bernama Dewi itu yang meminta.

“Tidak. Aku tidak mau selalu mengalah dengan dia. Baju dia lebih kecil dan tidak muat!” teriakku menolak.

Tasya selalu menangis jika keinginannya tidak dipenuhi. Ayah tentu saja akan membujukku untuk bertukar baju dengan dia.

Mereka akan duduk bersama di barisan paling depan, sementara aku yang putri kandung, harus duduk di belakang bersama karyawan.

Lambat laun, Tasya merebut posisiku. Ibu yang sedang mengandung dan harus mendapati kenyataan Ayah menikah lagi akhirnya terkena gangguan mental dan harus masuk ke rumah sakit jiwa. Sedangkan aku, setelah lulus SD Ayah mengirimku ke pesantren dan tinggal di sana tanpa pernah dijenguk bahkan saat hari raya tiba.

Setelah lulus SMP, Ayah datang memberi kabar jika Ibu telah tiada. Remuk, hancur dan aku tidak tahu lagi bagaimana harus menjalani hidup seorang diri karena setelah itu, Ayah mengirimku ke pesantren yang lain lagi dan seperti yang sudah terjadi sebelumnya, tidak pernah dijenguk apalagi diajak pulang.

Bayangkan! Anak SMP harus hidup sendiri di pesantren tanpa pernah dijenguk, apalagi diajak pulang. Diberi kabar jika Ibu meninggal tanpa ada keluarga yang menghibur. Saat libur tiba, semua anak bergembira kecuali aku, karena harus menjadi penunggu kamar seorang diri. Beruntung masih ada beberapa mbak-mbak pengurus yang tidak ikut pulang.

Lulus SMA, Ayah menjemputku dan menyuruh kuliah di kota yang jauh dari rumah kami dulu. Ayah membelikanku sebuah rumah kecil dan memberiku tabungan.

Dulu aku selalu menangis, tetapi lambat laun air mata ini sudah kering dan mentalku sudah terbiasa menghadapi segalanya sendiri.

“Ini untuk hidup kamu selama kuliah. Pandailah dalam mengelola keuangan agar kamu tahu rasanya hidup prihatin seperti apa,” ucapnya sebelum pergi dan sejak saat itu dia tidak pernah datang lagi.

***

Farbella Naraya Hendro. Sebuah nama yang Ibu pilih untukku. Kini aku sudah bekerja di sebuah perusahaan asuransi dan tinggal di rumah kontrakan. Sementara rumah pemberian Ayah sudah ku jual karena saat itu butuh biaya tambahan untuk skripsi dan wisuda. Aku masih betah menyendiri karena trauma dengan akhir cerita tragis Ibu.

Hari ini aku dipanggil pimpinan. Beliau mengatakan aku harus dipindah karena ada kekosongan di kantor beberapa kota. Beliau meminta aku memilih salah satu kota yang disebutkan. Dan dari kota-kota itu ada tempat dimana aku dilahirkan. Maka aku memilih tempat itu. Beliau setuju dan langsung mengurus semua hal yang berkaitan dengan perpindahanku.

“Kamu akan dibantu Adnan disana, jadi jangan khawatir!” ucap lelaki berusia empat puluh lima tahun itu.

Belasan tahun aku dibuang. Dua belas tahun usiaku saat Ayah menyingkirkanku dari kehidupan dia dan istri barunya, kini saatnya pulang untuk mengambil apa yang yang seharusnya menjadi milikku.

Ini bukan balas dendam, tapi mengambil kembali apa yang menjadi hakku.

Ayah, aku datang. Aku akan menyusun rencana untuk mendapatkan semua hakku yang Ayah berikan pada Tasya dan ibunya.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
49 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status