BAB 13Mataku memanas, tangan bergetar membuka kotak. Isinya kertas dan sepasang gelang serta kalung dengan model yang sangat bagus.Aku membuka kertas yang ternyata isinya adalah salinan surat wasiat dari Ibu. Dalam surat salinan itu Ibu menuliskan bahwa semua harta disebutkan satu per satu akan jatuh ke tanganku bila Ibu meninggal.Semua harta, tanpa terkecuali. Tidak ada nama Ayah di sana.Selain surat wasiat, ternyata ada lagi surat pribadi dari Ibu untukku. Kertas itu sudah sangat usang, tetapi masih bisa dibaca dengan jelas.Teruntuk anakku, Farabella Naraya.Hai, Sayangnya Ibu. Apa kabar kamu saat membuka surat ini? Semoga baik-baik saja ya, anak cantikku.Berapa usiamu sekarang, Bella? Ketika kamu membuka surat ini, Ibu mungkin sudah tidak ada di dunia ini.Ibu menulis surat ini ketika kamu sudah dibawa ke pesantren.Bella, Sayang, Ibu tidak gila seperti yang mereka tuduhkan. Ibu stress karena ayahmu menikah lagi, tetapi Ibu tidak sampai hilang ingatan. Namun perlakukan ayahmu
Last Updated : 2026-09-18 Read more