"Horny sama orang kayak lo sih nggak mungkin ya," bantah Rania. "Yakin?""Ya iyalah. Minggir lo!" hardik Rania dengan tidak sabar.Akan tetapi, pria ini tidak bergeming. "Lain kali kalau mau gabung bilang aja," bisiknya dengan kurang ajar.Bibir Rania megap-megap. Namun, belum sempat dia mengucapkan sepatah katapun sebagai balasan, suara siulan tiba-tiba menginterupsi mereka.Rania menoleh ke arah sumber suara. Di depan pintu kamar mandi, seorang pria paruh baya yang baru saja keluar menatap mereka dengan penuh arti. "Setelah malam yang panjang, masih belum puas juga bro?" sindir pria itu. Rania merutuk dalam hati. Ini benar-benar memalukan. Dia lantas mendorong keras-keras dada pria yang belum diketahui namanya itu, lalu melesat menuju kamar mandi. Dia tidak peduli kalau pria itu sudah mengantre lebih dulu. Rania bersandar di balik pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Bahunya yang semula tegang, perlahan merosot rileks. Tok tok tok,Pintu di belakangnya diketuk dari luar. "Na
Huling Na-update : 2026-08-31 Magbasa pa