"Selamat pagi semua," sapa Arum pada semua orang di ruang makan.Tatapan Lee yang semula fokus pada makanan di atas meja, langsung beralih ke arah pintu, melihat Arum berdiri di sana dengan senyuman manis.Uhuk!Suara batuk kencang keluar dari mulut Lee, refleks Sofia yang duduk di samping memberikan minum untuk anaknya."Hati-hati dong, Nak. Kok bisa keselek begitu? Kamu terpesona ya ngeliat Arum?" goda Sofia.Lee hanya diam, memalingkan wajahnya yang memerah seperti udang rebus.Di seberang meja, Willy mengulum senyuman, pun dengan Arum yang masih berdiri bak foto model di ambang pintu."Gimana nggak terpesona kalau ngeliat wanita cantik di depan mata begini? Apalagi penampilannya berbeda hari ini," puji Willy."Benar itu, Arum terlihat sangat berbeda. Bajunya sangat cocok untuk dia," tambah Sofia.Rona merah terlihat di kedua pipi Arum mendengar pujian pria paruh baya itu, apalagi melihat Lee yang sepertinya benar-benar terpesona.Batuk Lee belum mereda, tapi Arum bisa meliha
Last Updated : 2026-10-25 Read more