“Kendrik, tolong aku! Aku belum mati, Sayang!” suara Sora bergema di dalam kepala Kendrik, di kejauhan wanita itu mengulurkan tangan yang berdarah-darah ke arahnya. Sementara kegelapan mendekap mereka dengan erat.“JANGAN PERCAYA SIAPAPUN!”Wajah Sora muncul cepat di depan Kendrik. Membuatnya tersentak mundur.Kringgg!Alarm berdering. Waktu menunjukkan pukul 05.00 AM.Kendrik mengerutkan keningnya, mengumpulkan kesadaran. Matanya perlahan terbuka, ini jelas ada di kamarnya. Perabotan serba warna abu-abu dan hitam itu ia kenal sekali. Tapi, ingatan terakhirnya berada di bar.Perlahan dia duduk, mengetuk layar ponsel sampai dering alarmnya berhenti. Dari matanya yang masih buram, dia melihat ada selembar notes berwarna ungu dengan tulisan tangan tertempel di samping ponsel.‘Semalam kamu mabuk berat, aku khawatir sekali. Jadi aku antar kamu pulang. — Launa’“Launa?” gumamnya heran.Darimana dia mengetahui alamat Kendrik. Mereka bahkan baru kenal semalam, di bar, dan tidak banyak yang m
Last Updated : 2026-09-03 Read more