Dentuman musik berfrekuensi rendah dari dalam Velvet Club & Lounge terasa merambat ke tulang kerangka. Bau campuran minuman beralkohol, asap vape, serta kepungan berbagai parfum mahal mendadak membuat kepala Rian pening. Sensasi gesekan kain dan himpitan fisik dari dua mahasiswi di sofa tadi meninggalkan hawa panas di leher dan lengannya. Dengan gerakan tegas, Rian menegakkan tubuh, melepas pelan cengkeraman jemari wanita di lengannya, lalu berdiri. "Maaf, saya butuh udara segar sebentar," ujar Rian singkat tanpa menunggu tanggapan. Ia melangkah memotong kerumunan, menelusuri lorong samping, dan memutar gagang pintu kaca tebal menuju balkon lantai dua. Srett. Pintu kaca tertutup rapat, meredam bisingnya musik. Angin malam bertiup dingin, menyapu wajah Rian dan membawa kesegaran alami. Balkon itu berukuran tidak terlalu luas dengan pencahayaan remang dan minim. Rian menghela napas panjang, merenggangkan gulungan lengan kemeja hitamnya, lalu menyandarkan telapak tangan pada pagar
最終更新日 : 2026-09-06 続きを読む